Stress dalam proses latihan

Posted by Merpati Putih on 9 July 2010

Pada seni beladiri prestasi atau kompetitif, banyak atlet dihadapkan pada suatu pilihan yang sulit, disatu pihak si atlet harus mengikuti pelatihan yang sungguh-sungguh dilain pihak berbagai tugas sekolah atau pekerjaan harus segera diselesaikan. Tugas dan kewajiban yang harus diselesaikan pada waktu yang bersamaan ini sering menimbulkan stress. Ada ungkapan yang mengatakan “pukulan yang menjatuhkan anda tidaklah sekeras pukulan yang tidak anda lihat kedatangannya”. Jadi, stress bisa menimpa siapa saja dan kita tidak tahu kapan dia akan datang.

Apa itu stress?

Sebelum membahas stress lebih jauh kita harus mengetahui dan mengenal lebih dekat masalah stress. Stress adalah perasaan tertekan, perasaan tertekan ini membuat orang mudah tersinggung, mudah marah, konsentrasi terhadap pekerjaan menjadi terganggu. Lingkungan bisa menjadi sumber stress bagi orang, karena tuntutan menghadapi keinginan atau target tertentu dan konflik-konflik yang lainnya bisa menimbulkan stress.

Beberapa jenis stress dapat berdampak positif

Kadang-kadang stress bisa menjadi hal yang positif bagi seseorang karena dapat menjadi dorongan baginya untuk bekerja lebih baik.

Tekanan yang berdampak positif ini banyak terlihat terutama dikalangan atlet-atlet yang sudah berpengalaman, contohnya atlet-atlet tertentu bisa tampil luar biasa bila mengikuti pertandingan yang berskala besar seperti pertandingan internasional.

Namun kita sadari bahwa masing-masing orang mempunyai reaksi yang berbeda terhadap jenis stress seperti ini, kenyataannya stress menyebabkan sebagian orang menjadi putus asa dan bagi yang lainnya justru membantu memecahkan rekor.

Bahaya jika stress berubah menjadi tekanan

Seperti yang telah dikemukakan, kadang-kadang stress bisa menjadi pendorong dan motivator yang positif, tapi stress juga bisa merusak.

Stress menjadi tekanan jika berkelanjutan, tubuh manusia bereaksi terhadap stress dalam tiga tingkatan yaitu siaga, pertahanan, dan kelelahan.

Tahap siaga tubuh akan merasakan kehadiran stress dan biasanya tubuh akan mempersiapkan diri melawan atau menghindar, persiapan ini akan merangsang hormon dari kelenjar endokrin yang akan menyebabkan detak jantung dan pernafasan meninggi, kadar gula dalam darah, berkeringat, mata membelalak, dan melambatnya pencernaan.

Pada tahap perlawanan tubuh akan memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh stress. Jika penyebab stress tidak hilang, maka tubuh tidak bisa memperbaiki kerusakan dan harus terus siaga.

Maka tahap yang ketiga yaitu kelelahan, jika berlanjut cukup lama maka anda terserang dari “penyakit stress”, seperti migren kepala, denyut jantung yang tidak teratur, atau bahkan sakit mental seperti depresi. Kalau stress ini berlanjut selama proses kelelahan maka tubuh akan kehabisan tenaga dan bahkan fungsinya jadi terhenti.

Jadi cara yang paling baik untuk menghadapi stress adalah dengan jalan menghindar atau menyembuhkan secepat mungkin.

MENGATASI STRESS SECARA INDIVIDUAL

1. Belajar melihat masalah secara proposional

Bila dihadapkan pada suatu pilihan misal antara sekolah atau pekerjaan dengan pelatihan yang harus dijalani, maka harus berani mengambil keputusan yang tentunya harus didiskusikan atau berkonsultasi terlebih dahulu dengan pelatih, guru atau atasan bila sudah bekerja secara terbuka, untuk mendapatkan pemecahan yang lebih baik, tentunya keputusan ada pada diri anda dengan cara melihat sudut pandang yang lebih luas.

2. Berani menghadapi resiko

Takut pada resiko merupakan hal yang paling menimbulkan stress dan merupakan penghalang keberhasilan.

Pada seni beladiri prestasi kita mengetahui resiko bila kita akan bertanding yaitu resiko kalah dalam pertandingan dan resiko akan cedera.

Sebagai gambaran di dunia ini tidak ada jaminan mutlak, tidak ada perencanaan yang anti gagal, kehidupan memang demikian.

Kalau kita sudah mengetahui resiko merupakan bagian kehidupan, maka kita perlu belajar menghadapi resiko dengan rasa optimis, kalau pikiran kita selalu dipenuhi kemungkinan-kemungkinan buruk, maka justru itulah yang benar-benar terjadi pada anda. Sebaliknya kalau pikiran-pikiran kita dipenuhi kemungkinan-kemungkinan yang baik, maka yang terjadi pada kita juga adalah hal-hal yang baik.

3. Berlatih sesuai dengan bidang kemampuan anda

Jika anda tidak yakin dimana bidang kemampuan anda, inilah resep yang dapat membantu anda untuk segera mengetahuinya, jika anda membuat suatu kesalahan dan hal itu malah menjadi tantangan bagi anda bukannya membuat anda stress, bisa jadi anda telah bekerja sesuai dengan bidang kemampuan anda.

Bekerja keraslah, kejar cita-cita anda, tetapi jangan untuk itu anda merugikan keluarga, kesehatan, dan teman-teman anda. Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat. Salam! (IGA)

Sumber: http://duel.melsa.net.id/03psiko.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *