UKM Merpati Putih IPB

Sejarah UKM MP IPB

Sejarah UKM MP IPB

Press Release, Sejarah UKM Merpati Putih IPB

                Semenjak berdirinya IPB, merpati putih (MP) pada saat itu merupakan suatu mata kuliah yang sangat disegani. Ada tiga fase MP IPB yang sangat menarik dari dulu hingga sekarang. Pertama, MP ini termasuk kedalam mata kuliah wajib yang diikuti oleh seluruh mahasiswa IPB  yang berbobot 1 sks setara dengan mata kuliah olahraga dan pada saat itu pelopornya adalah Mas Pur. Kedua, seiring berjalannya waktu akhirnya MP tidak lagi menjadi mata kuliah wajib Karena peralihan zaman. Ketika mata kuliah MP itu sudah ditiadakan, akhirnya MP menjadi sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bernama UKM Merpati Putih IPB. Pada saat itu UKM ini benar-benar merupakan UKM Silat Prestasi Karena selalu menghasilkan medali di setiap ajang perlombaan, namun yang unik di UKM ini juga dari segi keanggotannya tidak terlalu banyak hanya latihannya yang sungguh-sungguh. Pada saat itu, yang melatih hingga MP berjaya adalah Mas Agan sampai akhirnya beliau sudah tidak aktif lagi di MP. Semenjak mas Agan sudah tidak ikut campur tangan lagi di MP, pada saat itu MP mengalami masa transisi dimana UKM ini dari segi kualitas turun drastis dan tidak stabil. Ketika itu, beralih ke angkatan 45 UKM ini benar-benar jauh berbeda dari tahun sebelumnya dan pada angkatan ini pula merupakan sejarah Karena tidak adanya ketua. Akhirnya pada angkatan 46 yang merupakan angkatan baru dan tidak memiliki senior di tunjuklah Mas Chandra untuk menjadi ketua, pada angkatan inilah MP mulai tidak terkenal lagi. Ketika mas Chandra sudah terpilih menjadi ketua, tapi hasilnya untuk membawa perubahan pesat bagi MP hanya minim sekali perubahan yang terjadi, Karena mas Chandra juga tidak sepenuhnya mengerti dengan MP itu sendiri. Ketika masa kepengurusan sudah habis dan diminta Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), tapi LPJ yang diserahkan tidak sesuai dengan apa yang diminta oleh pihak IPB sehingga dengan kejadian itu UKM ini akan di ilegalkan. Seiring berjalannya waktu info tersebut sampai ke telinga senior-senior terdahulu sehingga mereka berinisiatif untuk megadakan rapat secara besar-besaran yang tujuannya untuk mencari solusi agar UKM ini tidak di ilegalkan. Akan tetapi, hasil rapat pun tidak begitu cukup untuk meminta keringanan kepada pihak yang berwenang.  Akhirnya mereka bekerjasama dengan UKM Lawalata Karena mereka juga mempunyai masalah yang sama dengan MP. Dengan demikian, mereka merupakan UKM yang berkoalisi untuk meminta keringanan agar LPJ mereka dapat diterima oleh pihak berwenang. Setelah itu, senior MP mengadakan rapat lagi dan mereka mulai mememukan solusinya di antaranya adalah “bahwa dalam suatu unit memerlukan banyak anggota, Karena tanpa anggota semuanya akan sangat sulit untuk menjalani sesuatu” demikian hasil rapat senior. Setelah permasalahan tersebut, akhirnya MP yang sekarang beralih ke suatu UKM yang bentuknya lebih ke organisasi Karena jumlah keanggotaan meningkat dan latihannya pun tidak terlalu serius dan berbeda jauh dengan tahun sebelumnya. Terakhir adalah fase dimana bentuk UKM ini lebih ke organisasi Karena belajar dari pengalaman sebelumnya bahwa anggota itu sangat penting, sehingga jauh sekali perbedaanya dengan MP terdahulu yang ditakuti oleh mahasiswa atau organisasi lain. Setelah itu, di angkatan 47 terbentuklah kepengurusan yang baru yang di pimpin oleh Mas Dodik dan pada saat itu pula berhasil merekrut anggota dengan jumlah paling banyak dari tahun sebelumnya. Akan tetapi, jumlah anggota yang berhasil di rekrut dengan jumlah yang banyak tidak dapat bertahan lama Karena anggota tersebut mudah berguguran. Akhirnya pada saat itu pengurus melakukan rapat untuk merperbaiki kinerja apa sebenarnya yang salah sehingga anggota yang banyak tersebut mudah berguguran. Setelah selesai rapat, akhirnya pengurus menemukan titik masalahnya yaitu “sebuah anggota dalam suatu organisasi saja tidak cukup, mereka juga harus memiliki peran agar mereka bisa merasa nyaman dan tidak jenuh dalam organisasi tersebut”. Setelah kejadian-kejadian itu akhirnya MP IPB mulai menjadi suatu organisasi yang lebih baik, sampai saat ini MP IPB dapat bertahan dan tetap di kenal dengan organisasi yang istimewa setelah mengalami masa-masa sulit di tahun-tahun sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *